AKADIGI
Sistem akademik digital untuk manajemen siklus tugas akhir mahasiswa PLB/BK UNM — mulai pengajuan judul, koordinasi seminar, hingga korespondensi administratif, lengkap dengan notifikasi WhatsApp otomatis.
Makassar, Sulawesi Selatan — Indonesia
Saat ini menjalani peran sebagai |
Sehari-hari bergerak di antara ruang sidang tugas akhir mahasiswa pendidikan khusus dan baris kode — merancang sistem, meneliti teknologi asistif, dan membangun Maruasa dari Makassar.
Terbuka untuk kolaborasi riset pendidikan khusus dan proyek pengembangan sistem.
Perjalanan akademik saya dimulai tahun 2014 di Program Studi Pendidikan Khusus (PLB), Universitas Negeri Makassar. Setelah lulus tahun 2018, saya melanjutkan ke jenjang Magister Bimbingan dan Konseling di kampus yang sama, sekaligus menjadi bagian dari tim akademik Program Studi PLB, FIP UNM, sembari terus mendalami dunia pendidikan inklusif.
Di sisi lain meja kerja saya, ada baris-baris kode. Selama bertahun-tahun saya membangun kemampuan sebagai pengembang web full-stack, dan menuangkannya lewat CV Rehad EduMedia Cipta, usaha yang saya jalankan dari Makassar dengan brand Maruasa (dari kata Bugis marua, yang berarti mulia). Di bawah Maruasa, saya mengerjakan penerbitan jurnal dan buku akademik, pengembangan aplikasi, hingga konsultasi IT.
Sejak awal 2026, saya menambah satu babak baru: menempuh studi doktoral (S3) Pendidikan Khusus di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), kini memasuki semester kedua. Ketiga dunia ini — akademisi, tim kampus, dan developer — akhirnya bertemu dalam satu disertasi tentang teknologi wearable untuk anak dengan gangguan spektrum autisme.
Lima titik yang membentuk arah saya sekarang — dari bangku kuliah S1 sampai ke meja disertasi.
Diterima di Program Studi Pendidikan Khusus (PLB), Universitas Negeri Makassar.
Menyelesaikan studi S1 PLB UNM dan melanjutkan ke jenjang Magister Bimbingan dan Konseling di kampus yang sama.
Turut menjalankan administrasi akademik program studi, dari urusan kemahasiswaan hingga dokumen kelembagaan.
Merintis CV Rehad EduMedia Cipta dari Makassar — merambah penerbitan jurnal akademik, buku, pengembangan aplikasi, dan konsultasi IT.
Diterima sebagai mahasiswa S3 Pendidikan Khusus di Universitas Pendidikan Indonesia, kini menjalani semester kedua sambil menyiapkan disertasi seputar teknologi asistif untuk anak dengan gangguan spektrum autisme.
Fokus riset saya bertumpu pada irisan antara pendidikan khusus, kebijakan pendidikan inklusif, teknologi asistif, dan konseling keluarga — dengan landasan teori yang konsisten saya pakai lintas proyek.
Di luar disertasi, saya turut menyusun materi perkuliahan doktoral, naskah bertarget jurnal terindeks Scopus, dan instrumen asesmen — mulai dari instrumen asesmen gangguan spektrum autisme berbasis DSM-5-TR hingga instrumen pendidikan kesehatan reproduksi untuk anak berkebutuhan khusus.
Sederhananya: SOWA adalah jam tangan pintar yang dipakai anak dengan gangguan spektrum autisme untuk membantu mengenali kondisi regulasi dirinya saat belajar — apakah sedang tenang, mulai kewalahan, atau butuh jeda — sehingga guru dan orang tua bisa merespons lebih tepat waktu.
Purwarupa awal berbasis ESP32 kini beralih ke Huawei Watch Fit 4 Pro agar lebih nyaman dipakai sehari-hari. Disertasi ini juga sengaja dibingkai dari sudut pandang pendidikan, bukan medis, sehingga istilah seperti "deteksi" dan "intervensi" diganti dengan istilah pendidikan khusus yang lebih tepat.
Judul resmiModel Identifikasi Regulasi Diri dalam Belajar pada Peserta Didik dengan Gangguan Spektrum Autisme Melalui Smart Wearable Berbasis Pembelajaran Adaptif: Studi Design-Based Research
Sebagian besar proyek ini lahir dari kebutuhan nyata di lingkungan kampus dan lembaga tempat saya bekerja — dirancang dan dikembangkan sendiri, dari basis data sampai antarmuka.
Sistem akademik digital untuk manajemen siklus tugas akhir mahasiswa PLB/BK UNM — mulai pengajuan judul, koordinasi seminar, hingga korespondensi administratif, lengkap dengan notifikasi WhatsApp otomatis.
Sistem peminjaman ruangan untuk Fakultas Ilmu Pendidikan UNM, dirancang di atas skema basis data 14 tabel yang tertata rapi.
Penjadwal harian visual dan alat komunikasi augmentatif (AAC) untuk anak berkebutuhan khusus, dilengkapi modul Mood Check-in berbasis deteksi ekspresi wajah lewat webcam.
Platform pembuat formulir dinamis untuk digitalisasi proses institusional, dibangun di atas arsitektur tabel fisik hibrida.
Aplikasi pengelola foto berbasis pengenalan wajah, memproses koleksi foto drone dan vlog dalam jumlah besar lewat pipeline GPU batch.
Wearable pintar untuk memahami regulasi diri anak dengan gangguan spektrum autisme dalam konteks belajar, kini berjalan di atas Huawei Watch Fit 4 Pro.
Portal Unit Layanan Disabilitas untuk UNM, dirancang mengikuti standar aksesibilitas WCAG 2.1 AA.
Journal of Inclusive Education and Technology, dihosting di maruasa.id lengkap dengan ekosistem dokumentasi — pedoman penulis, etika publikasi, templat artikel, hingga sistem OJS.
Aplikasi web ringan untuk mengedit file subtitle SRT — perbaikan teks, sinkronisasi waktu, dan terjemahan berbantuan AI dalam satu halaman.
Menerbangkan drone (DJI Mini 4 Pro, DJI Neo 2, FIMI X8 SE) untuk memotret Makassar dan sekitarnya dari udara.
Merawat PC rakitan sendiri (Ryzen 5 7500F, RTX 5060) untuk gaming sekaligus memproses foto lewat FaceSort Pro.
Menjelajah jalan dengan Yamaha NMAX Turbo, termasuk perjalanan darat dari Surabaya hingga Bandung melewati Lamongan, Solo, Jogja, dan Tasikmalaya.
Baik untuk kebutuhan institusi pendidikan, kolaborasi riset seputar pendidikan khusus dan teknologi asistif, maupun proyek pengembangan lewat Maruasa — saya senang mendengarnya.